Cuci Pakaian Gratis untuk Pengungsi Gunung Agung

Beragam bentuk bantuan diberikan oleh para relawan baik dari pemerintah, personal, maupun perusahaan kepada para pengungsi Gunung Agung. Kali ini ada cuci pakaian gratis alias laundry cuma-cuma di GOR Swecapura, Klungkung, Bali.

Salah satu panitia penyelenggara yakni Mathias menyampaikan, cuci gratis jadi salah satu kebutuhan para pengungsi. Terlebih untuk bisa menjaga kesehatan selama berada di posko pengungsian.

“Jadi sebenarnya kita ini mencoba mensupport teman-teman kita para pengungsi yang terdampak Gunung Agung. Salah satu yang kita lakukan itu ya laundry gratis. Jadi kita cuciin,” tutur Mathias kepada Liputan6.com di GOR Swecapura, Klungkung, Bali, Sabtu 30 September 2017.

Menurut Mathias yang juga Branch Manager PT Anugerah Agung Alami Klungkung, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait. Pendirian posko cuci gratis mendapat dukungan seperti pemasangan instalasi listrik sendiri dari PLN dan air gratis oleh PDAM. Dengan begitu, hak milik pengungsi tidak terganggu.

“Kita punya dua tim. Pertama di posko utamanya Klungkung dan di Karangasem,” jelas dia.

Untuk yang di GOR Swecapura Klungkung, ada sebanyak 20 mesin dengan rincian 10 mesin cuci dan 10 mesin pengering. Sementara di Ulakan, Karangasem, ada empat mesin cuci dan empat pengering yang sifatnya portable.

Berpindah-pindah

Nantinya menunggu dua sampai tiga hari di lokasi, kemudian cuci gratis dengan media kendaraan modifikasi itu akan berpindah tempat.

“Kita satu kali jalan 10 orang. Kapasitas maksimal enam kilogram. Kalau masyarakat pakaiannya kurang dari itu, bisa join langsung 10. Pindah ke pengering, yang 10 masuk (mesin cuci lagi),” jelas dia.

Pengerjaannya pun diklaim cepat. Pengungsi cukup mengambil nomor antrean terlebih dahulu dan tinggal menunggu pakaiannya selesai dicuci sampai dikeringkan sekitar satu jam.

“Kita estimasi bisa sampai 40 hingga 50 orang dalam sehari,” kata Mathias.

Sementara untuk jangka waktu pelaksanaan sendiri, akan mengacu berdasarkan evaluasi harian. Jika memang masih memungkinkan, cuci gratis akan terus digelar sampai pengungsi dapat kembali ke kediamannya masing-masing.

“Kita akan evaluasi dulu dua sampai tiga hari ke depan. Karena ini kan gratis ya. Kita menduga nanti massanya meluber. Kita lihat kondisinya dulu. Kalau memang kurang mengatasi, nanti akan kita tambah (mesinnya). Kita sudah koordinasi,” Mathias menandaskan.

 

 

Oleh Nanda Perdana Putra pada 01 Okt 2017, 14:03 WIB liputan6

 

KOMENTAR