Cinta Untuk Semua Insan

Cinta-Untuk-Semua-Insan

Austin dan Jessica, itulah namanya. Pasangan ini bukanlah pasangan biasa melainkan pasangan down syndrome. Mereka berdua sudah akrab sejak balita, bukan karena dijodohkan tetapi karena Jan (orang tua Austin) menjadi pemerhati dan konsultan untuk membesarkan anak yang terkena kasus seperti ini. Dari sanalah akhirnya mereka bertemu karena orang tua Jessica datang untuk berkonsultasi sejak usianya masih belia.

Saling men-support dan memerhatikan akhirnya yang membuat kedua orang tua tersebut menjadi dekat. Banyak kegiatan yang sudah mereka lalui, misalnya merayakan Natal bersama. Austin dan Jessica tidak dijodohkan tetapi karena ada cinta yang tumbuh dihati mereka dan Austin pun menunjukkan ketertarikkannya kepada Jessica.

Pada Natal 2012, Austin mengajak Jessica untuk berkeliling menyaksikan lampu-lampu Natal. Pada saat itulah kehidupan mereka berubah. Dengan keberanian yang luar biasa dan ketetapan hati, ia pun melamar Jessica untuk menjadi istrinya. Ia memintanya sambil berlutut. Akhirnya mereka melangsungkan pernikahan di musim panas.

“Buat saya, menikah merupakan keputusan terbaik agar saya bisa hidup bersama Jessica sampai kapan pun,” tutur Austin dengan raut wajah bahagia.

Cinta merupakan anugrah dari Tuhan yang diberikan kepada setiap manusia. Alangkah baiknya kalau kita bisa menjaga cinta yang sudah diberikan. Tidak ada rumah tangga yang selalu berjalan mulus, tetapi jangan pernah lupa alasan ddan janji kenapa Moms menikah dengan pasangan karena cinta itu indah.

 

 

 

 

KOMENTAR