Burung Pipit dan Anaknya

shutterstock_111376406

Pada suatu hari, tampak sepasang burung pipit membuat sarang di sebuah ladang gandum muda.

Berhari-hari berlalu, batang-batang gandum tumbuh tinggi dan anak-anak burung juga tumbuh. Suatu hari, ketika gandum matang berwarna emas melambai ditiup angin, petani dan putranya datang ke ladang.

 “Gandum ini sekarang siap untuk dipanen” kata petani.

“Kita harus memanggil tetangga dan teman-teman untuk membantu panenin ini.” ujar anaknya.

Pipit muda yang bersembunyi di sarang mereka sangat ketakutan, mereka tahu mereka harus segera meninggalkan sarang sebelum mesin pemanen dating. Namun satu hal yang membuat mereka gelisah adalah mereka belum bias terbang. Usia mereka masih sangat kecil dan butuh waktu cukup lama untuk mereka belajar terbang.

Tak lama setelah itu sang induk  pipit kembali ke sarang dengan membawa makanan, mereka menceritakan apa yang telah mereka dengar dari petani dan anak petani.

“Jangan takut, anak-anak, jika Petani berkata bahwa ia akan memanggil tetangga dan teman-temannya untuk membantunya melakukan pekerjaan, itu berarti kita masih bisa tinggal disini untuk sementara waktu sampai kalian siap untuk terbang.” ujar si induk pipit menenangkan anak-anaknya.

Beberapa hari kemudian, gandum begitu matang, ketika angin mengguncang batang, hujan datang gemerisik butir gandum jatuh di atas kepala pipit muda.

“Jika gandum ini tidak dipanen, kita akan kehilangan separuh hasil panen. Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Besok kita harus mulai bekerja sendiri.” ujar si petani kepada anaknya.

“Baik ayah, aku akan membantu mu melakukan pekerjaan ini” jawab sang anak petani.

Mendengar hal tersebut si anak pipit gelisah dan ia langsung menceritakannya kepada ibu mereka apa yang mereka telah dengarkan hari ini.

“Kita harus pergi secepatnya” ujar sang induk.

“Tapi kami belum bias terbang” jawab anak-anak pipit.

“kalian harus segera belajar, Nak agar kita bias segera meninggalkan tempat ini” ujar sang induk.

“waktu kami terlalu sedikit & sayap   kami belum cukup kuat untuk terbang” kata para pipit muda dengan wajah gelisah.

“Tenang..tidak ada yang tidak mungkin di dalam hidup ini. Yang perlu kalian lakukan adalah berusaha, berdoa dan yakin bahwa kalian bisa melakukan hal tersebut”.

Siang itu mereka mulai belajar mengepakan sayap. Awalnya si pipit kecil sempat terjatuh dan terluka. Namun dengan tekad yang bulat ia kembali berdiri dan belajar kembali. Mereka belajar begitu keras sampai matahari mulai tenggelam. Semangat mereka sempat menurun, sampai sang induk datang membawakan mereka makan.

“Ingat yang ibu katakana Nak, kalian harus yakin dalam melakukannya.” Ujar si induk pipit.

 Hal tersebut membuat para pipit muda kembali semangat untuk belajar terbang. Dan akhirnya sebuah keajaiban pun datang. Mereka bisa terbang tanpa rasa takut.

Lalu tibalah hari dimana petani dan anaknya mulai memanen. Di hari itu mereka terbang meninggalkan sarang dan mencari tempat yang baru.

Moral  dari cerita :

Tidak ada yang tidak mungkin di dalam dunia ini. Yang perlu kita lakukan adalah berusaha, berdoa dan yakin bahwa kita dapat melakukan hal tersebut. 

 

KOMENTAR